Dear visitor.............

I am happy to release this blog, containing simple articles about architecture & some of my JiPeg collection.
I wish you'll enjoy it.
The first is about the beginning of Gothic, Renaissance, Baroque & Rococo period in Europe early 11 century which influenced the way of modern architecture had risen later in 20 century, whereas Industrial Revolution & art movements like Art Nouveau & The Supersensualists were strongly coped Europe.
Nowadays, the relation between architecture & global business become more stronger, photographs on the right column shows the evident.
So that, my fellow visitors, with this Blog you could see the way I learn about architectural matter.
I can assure you that, NOT ANY sentence & even one JiPeg have taken from WebSite.
And I also would like to ask your commitment NOT TO COPY anything from this blog.

Saturday, April 24, 2010

Sejarah arsitektur modern Indonesia - Era KOLONIAL


CRYSTAL PALACE - London, 1851 - Before burned down 1936 - Cast Iron & Glass building - arch. Sir Joseph PAXTON

PENGANTAR
Halo pembaca semua, tulisan dibawah ini mencoba menelusuri sejarah perkembangan arsitektur modern di Indonesia pada era Kolonial, yang sangat didominasi oleh para arsitek dari negeri Belanda, terbentang diantara periode akhir abad 19 sampai permulaan abad 20. Saya mencoba menceritakan semua secara sederhana berdasarkan dari data2 yang saya dapati baik data yang bersifat Premier maupun Sekunder. Selamat membaca, mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penyebutan nama maupun lokasi, karena masih dalam istilah Holland.

KILAS BALIK
Memang tidak ada kata selain kata "modern" yang dapat dipakai untuk menampilkan karakter arsitektur pada permulaan abad 20 diwilayah Eropa dan Amerika, kecuali mungkin kata tersebut akan kehilangan makna jika dipakai untuk melihat kemunculan dan perkembangan arsitektur diwilayah Asia-Afrika pada masa yang sama.


GAMBARAN SEKILAS
Bagi wilayah Eropa, kemunculan dari pergerakan arsitektur modern dimulai pada saat diadakannya satu exchibition kelas dunia di The Crystal Palace, London tahun 1851. Hampir seluruh negara di Asia-Afrika dan Eropa memamerkan produknya yang sangat beraneka ragam. Pada masa itu, akibat dari interaksi yang terjadi antar setiap kebudayaan, telah membuat bangsa Eropa pada masa itu mengevaluasi kembali standard dari kualitas artistik yang telah mereka anut sebelumnya, termasuk juga dibidang arsitektural yang telah menimbulkan perdebatan serius dikalangan masyarakat professional Eropa.


LATAR BELAKANG
Perkembangan arsitektur di Holland sejak akhir abad 19 ditandai dengan pembangunan stasiun pusat kereta api tahun 1874-79 dan De Rijks museum tahun 1876-85 dikota Amsterdam oleh arsitek PJH Cuypers. Pada masa itu Cuypers merupakan arsitek senior yang telah mengarahkan banyak arsitek junior Holland menjadi besar, antara lain MJ Hulswit yang pada tahun 1898 membangun gereja Katedral pertama di Jakarta. Hulswit juga dapat dikatakan sebagai arsitek pertama yang berada di Indische (Indo) pada masa itu. Arsitek berikutnya yang datang ke Indo adalah Hendrik Petrus Berlage yang mendisain kantor asuransi "De Algemeene Maatschapij voor Levensverzekering en Lijfrente (nama koq kriting gini?) di Surabaya tahun 1900, jga kantoor asuransi "De Algemeene Nederlanden van 1845" di Jakarta tahun 1913, tetapi kedua karya tersebut menurut sebagian pengamat tidak banyak menampilkan perkembangan dari arsitektur Indisch. Kemudian pada permulaan abad 20, mulai banyak rumah2 di Jakarta yang dibangun bergaya "omantic style" dengan berbagai macam kualtas. Periode itu dapat diistilahkan sebagai "Periode Imitasi" yang dibawa oleh para arsitek dari Belanda. Pada permulaan abad 20 juga mulai bermunculan vila2 para komunitas Holland "totok" dengan bentuk yang sudah beradaptasi dengan klimatologi dan kondisi sosial di Indo pada masa itu.

PERGERAKAN ARSITEKTUR MODERN DI INDO
Pada tahun 1909 arsitek Holland, Eduard Cuypers membuka kantoor di Batavia bersama dengan MJ Hulswit serta AA fermont, mereka dapat dikatakan sebagai arsitek terkenal pada masa itu diwilayah Indisch (maksudnya pulo Jawa khalee?). Hasil karya pertama mereka adalah Javasche Bank (Bank Indo) di Jakarta Kota tahun 1910. sebagai catatan, pengembangan kantoor pusat Bank Indo pernah dilakukan oleh arsitek JM Goenewegen dan F Silaban pada tahun 1956-66 (Kompas, 12 Jan 2003).
Kembali pada ketiga arsitek Holland diatas, hingga tahun 1929 mereka menciptakan disain untuk 14 bangunan bagi Javashe Bank tersebut. Konsep utama dari Javanisch bank yang berasal dari Holland dibawa oleh Cuypers yang sangat dipengaruhi oleh konsep "The Empire Style" yang dipakai oleh British di India. Komentar dari Berlage adalah, dia mengklasifikasikan disain bangunan dari Cuypers tersebut sebagai modern dan sedikit bergaya Renaisance (era Renaisance sekitar abad 14-15 M, yang dikenal sebagai era "starting point" dari sejarah kelahiran peradaban modern dunia barat (Eropa - baca juga tulisan saya tentang Renaisance arch).
kemudian arsitek Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels dai Holland datang ke Batavia tahun 1910. Arsitek kelahiran Tulung Agung ini merancang stasiun kota Jakarta yang resmi beroperasi pada 8 Oktober 1929. Ghijsels pada saat itu adalah ketua dari ALGEMEEN INGENIEURSEN ARCHITECTENBUREAU (AIA). Disain2 Ghijsels lainnya yang ada di Jakarta, banyak mengacu pada gaya Frank Lloyd Wright seperti Rumah Sakit PELNI di Jatipetamburan, Departemen Perhubungan Laut, Kolam Renang Cikini (sudah lenyap) dan RS Panti Rapih di Jogyakarta. Karya arsitektur brikutnya adalah bangunan pabrik "Nederlandsche Handels Maatschappij" dijalan Pintu Besar jakarta Kota pada tahun 1929 oleh arsitek J de Brujn. Bangunan tersebut dapat dijadikan contoh yang bagus dari arsitektur modern di Indo, konsep yang jelas dengan dua muka bangunan untuk melindungi dari sinar matahari langsung dengan dekorasi yang minim kontras dengan disain bangunan Javasche Bank. Pada saat fermont sebagai arsitek terakhir yang meninggal, kantoor arsiek AIA ditutup tahun 1954. Bangunan2 lain dengan memakai AIA disain adalah gedung BAPPENAS di Taman Suropati jakarta tahun 1925 serta stasiun pusat kereta api di Jakarta tahun 1929.

Pergerakan arsitektur modern di Indo juga tidak dapat mengesampingkan peran dari arsitek berikutnya yaitu Pieter Adriaan Jacobus (PAJ) Mooijen yang juga seorang Town Planner dan Pelukis, tiba di Indo tahun 1903. Pernyataan dari Mooijen cukup jelas tentang kualitas arsitektur disertai dengan kritiknya terhadap degenerasi dari profesi arsitek yang dia amati. Mooijen juga menentang paham "The Empire Style" yang menurut dia sangat tidak punya spirit, imitatif dan menampilkan kematian dari paham "hellenisme" (?). Sebagai Town Planner, Mooijen juga membuat disainsketsa untuk renovasi dari "De Kooningsplein Noord" (Medan Merdeka Utara) jakarta pada tahun 1913-14, serta dia juga membuat disain perluasan wilayah Gondangdia di Jakarta Pusat. Karya arsitektur yang cukup sukses dari Mooijen adalah bangunan kantoor pusat Bataviaasch Kunstkring (Ikatan Kesenian Batavia) tahun 1913 yang berlokasi pada pertemuan jalan Teuku Umar, Cut Nya' Dien dan Cut Meutia di Gondangdia yang dapat dikategorikan sebagai Pre-Modern design, berpenampilan sederhana agak bergaya Renaissance, bangunan tersebut dipakai sebagai kantoor Imigrasi sampai akhir tahun 1955 (sekarang?).
Mooijen termasuk arsitek yang juga mempunyai perhatian terhadap perlindungan bangunan Heritage di Indo saat itu. Sebagai President dari "Bond van Nederlandsche Indische Kunstkringen (Society of Arts) dia turut dalam membuat aturan guna melindungi bangunan2 bersejarah, dan dia memproklairkan "Monumenten Ordonantie" pada tahun 1931. Pada masa perang dunia kesatu banyak arsitek Holland yang "ngacir" ke Indo (pulo Jawa), mereka biasanya mengkombinasikan diri sebagai profesional arsitek dan juga sebagai pemilik bangunan.

Pada tahun 1916 kantoor Ikatan arsitek Holland-Indische terbentuk dengan nama kantoor AIA (Algemeen Nederlansche-Indisch Architecten en Ingenieurs Kantoor) pendirinya adalah arsitek FJL Ghisels dan H von Essen berkolaborasi dengan kontraktor F Stolz. Disain pertama yang terealisasi adalah bangunan KPM (kantor perhubungan laut) di jalan Medan Merdeka Timur Jakarta pada tahun itu juga, dengan arsiteknya Ghijsels & Essen. Mirip dengan bangunan Kunstkring di Gondangdia oleh Mooijen, banguna KPM tersebut juga dapat dipakai sebagai contoh disain bnagunan dari masa permulaan gaya Art-Deco di Indo.
Bermula dengan rencana pemerintah Hindia Belanda yang akan menjadikan kota Bandung sebagai pusat komando militer, maka dibangunlah gedung pusat komando milter tahun 1913 dengan VL Slors sebagai arsiteknya. didalam kompleks tersebut dibangun istana panglima komando tahun 1918 karya arsitek Richard & Wolf Schoemaker bersaudara.
Sebagai Town Planner, para arsitek yang tergabung di AIA juga turut serta dalam pembangunan awal dari perluasan wilayah kota Bandung sebelah timur, selain itu juga pada tahun 1917 merebak pembicaraan yang cukup aktual tentang rencana pemindahan ibukota pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Untuk itu Prof. Ir karsten ditunjuk sebagai perencana perluasan kota yang dikenal dengan "Karsten Plan".

pada akhir tahun 1920, pihak pengembang dari kotamadya bandung mulai merealisasikan pembangunan gedung departemen tenaga kerja "Gouverments Bedrijven" atau sekarang dikenal dengan nama Gedung Sate, didisain oleh arsitek Ir. J Berger, Ir. Eh De Roo, Ir. G Hendriks & Kol. VL Slors yang selesai tahun 1924. pada masa itu kota Bandung telah mempersiapkan area bagi pemindahan seluruh gedung pemerintahan dari Batavia, tapi rencana tersebut dibatalkan pada tahun 1925.
arsitektur modern kota Bandung diawali dengan penampilan perpaduan budaya timur dan barat yang dikenal dengan aliran Indo-Eropa.

Charles Edouard JEANNERET & Ludwig MIES van der ROHE


LA GRANDE ARCHE - Tete Defense - Paris, 1987 - Otto van SPRECKELSEN - A new PURISM style? (Le Corbusier's follower?)

MIES & Phyllis Lambert (Owner of Seagram Building) - NewsWeek magazine, July 2, 2001

SEAGRAM Building - New York (Park Avenue), 1958 - MIES & Philip Johnson




LAKE SHORE DRIVE - Chicago, 1951 - MIES




HIGH-COURT (Honeycomb wall) - Chandigarh, India - LIFE World Library 1961- Le CORBUSIER

Sketch by LC - DIONYSIOS shows the double nature of a cruel - The tragic persona of LC, part Daemonic (evil) & part Humane (good guy) like "Dr. Jeckill & Mr. Hyde"


PENGANTAR
Halo pembaca, tulisan dibawah ini merupakan sebagian gambaran dari perkembangan arsitektur dunia yang difokuskan pada perjalanan hidup dua orang arsitek legendaris Le Corbusier dan Mies, dimana hampir seluruh kehidupan profesional mereka dipenuhi dengan kontroversi. Hal tersebut terjadi mungkin dikarenakan semasa hidupnya tidak dapat lepas dari perkembangan sosial-politik pada masa perang dunia di Eropa yang selalu sulit untuk diprediksi, serta sikap idealisme nya yang sering tidak terfokus pada pemecahan permasalahan sosial-ekonomi dibeberapa wilayah urban improvement diluar daratan Eropa kemudian hari. Selamat membaca

CATATAN KECIL
Le Corbusier adalah arsitek yang penuh kontroversi, mungkin otak kanan dan kirinya "konflik" satu dengan lainnya, seorang Humanisme yang menyembah diri sendiri (he was believed Him self - mara iskandar)


Architect has nothing to do with the various style - LC (setuju bangett dahh !!)

I believe LC & the group around Him are extremely useful, extremely valuable, especially as an enemy - Frank LLoyd Wright

Thursday, April 22, 2010

Pengenalan setiap pergerakan ARSITEKTUR

MIES & Phyllis LAMBERT (Daughter of SEAGRAM Building's owner) - NewsWeek magazine, July 2, 2001

LEVER BROTHER Building - NY, 1952 - Steel & Glass - arch. Gordon BUNSHAFT & SOM

BAUHAUS Bulding - Dessau - Germany, 1926 - arch. Walter GROPIUS


LE CORBUSIER - Architect - Purism style

PENGANTAR
Pembaca yang budiman, tulisan dibawah ini merupakan sebagian dari gambaran perkembangan arsitektur dunia yang sangat bersinggungan dengan perkembangan sosial-politik, terbentang dari tahun 1920 sampai 1970 di Eropa dan Amerika Serikat yang berpedoman pada metode Six Tradition dari Claude Levi Strauss. Tetapi pada tulisan ini saya hanya menelaah perkembangan arsitektur dilihat hanya dari salah satu metode 6 Tradition tersebut, yaitu Idealist Tradition. Selamat membaca.

PROLOG: KERAGAMAN DALAM PENDEKATAN
Pada era permulaan 80 an, di Amerika dan Eropa berkembang pandangan yang konvensional diantara para sejarahwan, pengamat seni dan architecture, serta juga disebagian masyarakat, tentang teori serta kenyataan bahwa pergerakan dari modern arsitektur memang betul ada. Sejarah modern arsitektur pada satu sisi merupakan satu rangkaian peristiwa yang menggambarkan peningkatan kehilangan identitas yang sangat jelas memasuki masa krisis selama abad 18 & 19. Pada sisi lain memperlihatkan usaha yang subyektif dalam memulihkan identitas yang hilang tersebut melalui prinsip baru beserta perubahan besar dalam struktur organisasi para pekerja intelektual yang turut serta dalam urun-rembuk dengan pembangunan lingkungan manusia. Ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa pergerakan moodern tersebut adalah satu usaha untuk menciptakan pergerakan arsitektur yang tidak bersifat sejarah dari fungsionalisme dimana pandangan tentang ruang harus dapat tercipta dari bahan bangunan yang berteknologi baru.

Pada dasarnya sejarah dari pergerakan arsitektur modern yang dapat dikategorikan sebagai arsitektur kontemporer sangatlah beragam, baik sejarah dari struktur yang membentuk lingkungan manusia yang secara bebas memilih bentuk arsitekturnya sendiri, sejarah dari percobaan untuk mengontrol dan mengarahkan struktur tersebut, sejarah dari intelektual yang pernah menemukan cara dan metode untuk setiap percobaan tersebut, serta sejarah dari satu bahasa baru yang mana mengesampingkan seluruh harapan untuk sampai pada kata2 yang absolut dan pasti, yang telah berusaha untuk membatasi area dari kontribusi tertentunya.
Dalam khasanah arsitektur, yang dimaksud dengan modern movement oleh para sejarahwan, dapat diartikan sebagai perkembangan arsitektur yang diistilahkan sebagai "The true style of our century". seperti halnya sejarahwan Nikolaus Pevsner (1960) dalam bukunya "Pioneers of modern design" membuat pernyataan yang cukup jelas tentang beberapa perkembangan tersebut, dimana pada tahun 1914 dianggap sebagai "The style of the century".
Menurut Pevsner lebih lanjut, style adalah satu2 nya gaya yang dapat menggabungkan segala aspek kehidupan didalamnya, seperti ekonomi, sosiologi, material serta aspek fungsi. para sejarahwan bidang arsitektur saat itu diyakini garis argumentasi yang sama secara mutlak, yaitu hanya secara single tradition seperti paham "International Style" yang berkembang kemudian disekitar tahun 50 an. Hal ini diperkuat dengan dugaan bahwa para sejarahwan memakai teori Zeitgeist atau teori "Single strand", yang melihat pergerakan secara sepotong2 serta memahami keaneka ragaman pergerakan dengan metode yang berlainan dan didalam setiap bagian yang berlainan. Dari pihak sejarahwan, argumentasi ini membuat paham "Futurism & Expressionism" dibidang arsitektural terabaikan saat itu, yang mana seharusnya pergerakan arsitektur harus dapat dilihat secara utuh dan dari berbagai sudut pandang pemikiran seperti "Multivalent, Camp (di Amerika) dan POP (di Inggris) dengan didasari metode 6 Tradition (ET) yang diklasifikasikan berdasarkan struktur analisis dari Claude Levi Strauss (CLS) terhadap perkembangan modern arsitektur sejak tahun 20 an hingga 70 an.

Pada beberapa tingkatan yang abstrak, ada beberapa pamahaman dari sejarahwan yang masih dapat dipakai yaitu seperti "Influential & perfected". Influential adalah bagian dari pergerakan yang berada dalam tradition atau problem situasi, seperti pembangunan dari Communal House di Russia atau pergerakan POP di England. Sedangkan Perfected dapat dilihat dari hasil karya Le Corbusier (LC), James Stirling (JS) dan Aldo van Eyck (AVE) yang multivalent. Dalam hal ini karya mereka sangat signifikan dari sudut pandang arsitektural, sehingga para sejarahwan cenderung diharapkan untuk berhenti mengomentari dan selanjutnya analisa terhadap internal relation sebaiknya diambil alih oleh para arsitek sendiri.
Pada masa itu paham Multivalent disepakati mempunyai empat kualitas yang berbeda yaitu; kreasi yang imajinatif atau meletakan setiap bagian pada arah yang baru, kemudian, sejumlah bagian yang dapat ditransformasikan, berikutnya adalah hubungan antara setiap bagian yang menghasilkan kreasi baru dan terakhir, membuat setiap bagian dapat memodifikasi diri sendiri.
Contoh hasil karya yang mencerminkan Multivalent adalah karya LC yaitu Unite D'Habitation di Marseilles, France (1947-52) dengan memperlihatkan fusi yang imaginatif, serta hasil karya Frederick Gibberd (FG) yaitu Liverpool Cathedral di England (1960-67) yang memperlihatkan penyatuan setiap bagian yang menampilkan citra Univalent.
Atas dasar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, arsitek Multivalent berkarya sebagai Catalyst dalam alam pikiran mereka, memprovokasi interpretasi baru secara keseluruhan dimana walaupun hanya dengan cara yang minim akan mempengaruhi setiap individu.

POLITIK dan ARSITEKTUR
Metode ET yang dikembangkan oleh CLS untuk menjabarkan serta mengklasifikasikan arah perkembangan arsitektur di Eropa dan Amerika terbentang dari tahun 1920 sampai 1970 an terbagi dalam periode yang diistilahkan dengan Tradition, yaitu tradisi Logical. Idealist, SelConsious, Intuitive, Activist dan tradisi UnselfConsious. Dalam perkembangannya leseluruhan tradisi selalu saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tapi walaupun begitu, pergerakan arsitektur tidak pernah menjadi satu kesatuan yang jelas, karena selalu ada kesempatan untuk merubah bentuk serta ide setiap waktu walaupun telah terjadi perubahan sebelumnya. Lebih lanjut, berlawanan dengan evolusi yang alamiah, dalam lingkup arsitek masa tiu terkesan adanya lompatan2 dari satu bentuk kebentuk lainnya serta cenderung mengadopsi apapun yang mereka sukai. tapi apa sebenarnya yang dapat dikatakan sukses dari sat karya arsitek, adalah bentuk yang dapat menerapkan keseluruhan dari ET serta dapat menciptakan penyatuan dari daya tarik serta bentuk Multivalent. Walaupun demikian, dengan didasari oleh keanekaragaman serta kompleksitas yang terjadi, terdapat satu bentuk perkembangan yang memperlihatkan bahwa para arsitek tetap menerapkan overlapping terhadap ide dan bentuk. Seperti yang dapat diamati selanjutnya, didalam tradisi Logical, para arsitek mempelajari keterkaitan antar disiplin dari matematik, geometri dan engineering, sementara pada saat yang bersamaan mereka terkesan mendukung nilai tradisional dari engineer, cenderung tidak menonjolkan diri, orientasi terhadap pelayanan, efisien, terbuka untuk perubahan serta terukur. Dengan sekian banyak disiplin serta nilai psikologis yang saling berkaitan dapat membuat setiap bagian tradisi akan terhindar dari benturan ideologi yang bertolak belakang yang muncul dari setiap tradisinya. Oleh karena itu setiap jenis karya arsitektur dalam setiap tradisi tetap dapat berkembang secara bebas.

Uraian dari ET tidak dapat dilepaskan dari perkembangan politik pada setiap zamannya yang membentuk latar belakang dari setiap pergerakan, karena paham2 politik tersebut telah sangat mempemngaruhi pergerakan dari modern arsitektur di era 20 sampai 70 an. Tetapi dikarenakan para s=arsitek dimasa itu selalu membuat karyanya cenderung berdasarkan situasi sosial dimasyarakat, maka sering karya mereka menimbulkan masalah dikarenakan ketidak sesuaian paham dengan politik penguasa. peran arsitek pada masa itu dihadapi dengan tiga bentuk situasi pada setiap karyanya, yaitu, pertama mereka cenderung harus tergantung pada setiap kolektif klien saat itu, seperti pemerintah, partai politik, penguasa wilayah ataupun sekelompok pengusaha. Kedua, secara umum mereka dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat pemakai karya mereka, tapi pada kenyataannya bukan berarti mereka dapat melakukan perubahan sosial di masyarakat. Yang keyiga, arsitektur adalah politik yang tertuang dalam hasil karya seni, karena merupakan kristalisasi dari kenyataan dimasyarakat, mempunyai nilai sosial serta mempunyai misi kultural jangka panjang.
Pada akhirnya, bias2 politik dapat diadaptasikan dalam mengamati pergerakan arsitektural pada masa 20 hingga 70 an, dapat dilihat dari pengaruh perkembangan arsitektur dikemudain hari seperti pengembangan dari machine Aesthetic; International Style; konsep Space Time, argumentasi terhadap moralitas baru, kebenaran terhadap kebendaan dan tanggung jawab sosial, sert aefek dari pemakaian teknologi baru seperti kaca , logam, struktur Pneumatic dan Air Condition. Seluruh aspek tersebut berperan sebagai bagian penting pada perkembangan arsitektur serta tidak dapat dikesamingkan peranannya, tapi dapat dibahas lebih jauh dengan masukan2 dari hasil pelaksanaan paham politik dan motif yang melatar belakangi para arsitek dalam berkarya.

TRADISI IDEALIST
sebagian akhli meyakini bahwa tradisi Idealist merupakan inti dari modern arsitektur. Para arsitek seperti LC, Mies van Derohe (MR) dan Walter Gropiuos (WG) dengan jelas menyatakan bahwa keseluruhan dari ET selalu berkisar pada beberapa ciri sosial yang ideal seperti Humanitarian Liberalism, Reformist Pluralism dan social Utopianism yang samar. Ciri tersebut masih terus diterapkan oleh para arsitek sesudahnya seperti Aldo van Eyck (AE), Louis Khan (LK) dan James Stirling (JS), dan apabila ada beberapa tujuan yang berbeda, komiten terhadap apa yang dinamakan idealisme pada umumnya masih dapat terlihat. Oleh karena itu, para arsitek melihat keseluruhan hal idealisme tersebut sebagai tangung jawab untuk membuat pendangan alternatif terhadap kenyataan sosial.
Berlainan dengan teori Materialist dari marxist, para arsitek masa itu tidak mengkonsentrasikan diri mereka sebagai pelaku sejarah pembuat perubahan, tetapi seperti Platonic Idealist, mereka cenderung mambawa karya mereka kepada kesempurnaan.
Dimulai dengan tulisan LC dimajalah L'Esprit Nouveau yang sangat berpengaruh di Berlin dan Moskow, penekanan LC kepada Idealist, membangun pengertian atau latar belakang dari apa yang dinamakan New Architecture dimana pada akhir dekade 20 an melahirkan Heroic Period, yaitu masa perjuangan untuk mempertahankan eksistensi arsitektur. LC menyatakan dalam tulisannya bahwa "zaman besar' telah dimulai, dikenal sebagai New spirit dari Construction, konsep yang jelas dan The Zeitgeist (spirit of the time), yang mana di Russia paham New Spirit itu melahirkan Constructivism.
Sejalan dengan perkembangannya, tradisi Idealist menjadi perdebatan internasional yang melewati batas negara. Banyak para pengamat melihat semangat serta disiplin mental dalam tradisi Idealist tersebut didasari oleh unjuk kerja mesin (pengaruh revolusi industri?), seperti halnya "buku adalah mesin untuk membaca", "lukisan adalah mesin untuk menggerakkan manusia" dan LC juga membuat pernyataan bahwa "rumah adalah mesin untuk kehidupan". sebagian pengamat lain juga membuat pernyataan seperti "buku adalah mesin untuk berpikir", "teater adalah mesin untuk berakting", serta "ide adalah mesin untuk menciptakan bentuk kesenian". Untuk menunjukkan seberapa Platonic nya keseluruhan pernyataan tersebut, arsitek Theo van Doesburg (TD) membuat pernyataan yang LEBIH GILA lagi yaitu; "mesin adalah sebagai pencipta dari semangat baru" (dasar pada atheis !!) yang dia tuangkan dalam karya arsitektural nya pada warung kopi L'Aubette di Strasbourg (1927). Pada karya tersebut TD menerapkan elemen2 anti natural didasari dengan garis2 lurus, bentuk serta warna-warni dasar, permukaan yang rata dan persegi empat dan menghubungkan bentuk formal tersebut dengan apa yang dapat diproduksi oleh mesin saat itu. Menurut TD selanjutnya, mesin sebagai medium antara manusia dan produk, telah merubah individu dari tingkatan handycraft (lihat Jones, Design Method, 1980, cover buku warna dasar Ijo Pandan) menuju tingkatan Sosial Liberalism, yang mana dilihat dari sudut pandang politik, sosial Liberalism, ciptaan TD tidak hanya didasari pada aspek pengurangan tenaga kerja akibat unjuk kerja mesin, tetapi juga universalisasi serta kualitas yang abstrak. Hal itu dikarenakan bentuk dari sosial Liberalism bersifat kolektif, memberikan penekanan kepada beberapa persamaan diantara individu dan mengarah pada perkembangan dari seni "realisasi menuju kearah abstrak dan universal" dengan usaha serta konsep yang sederhana dari gaya kolektif tersebut. Gambaran dari pengarahan yang modern oleh TD tersebut cukup signifikan (dan membingungkan?).
Sejalan dengan itu penganut seni Avant-Garde (seni garda depan) di eropa juga telah memberi andil yang cukup besar pada masa itu serta memperlihatkan bagaimana mereka dapat melihat mesin dalam pandangan politiksebagai pendobrak batas antar kelas masyarakat dan antar negara serta sebagai pencipta dari demokrasi dan persaudaraan kolektif (itu sebabnya Avant-Garde diganyang oleh Nazi!). Lebih jauh lagi, penyebaran dari Metaphora mesin tersebut menunjukan hasil yang lebih baik dibanding dengan komunikasi internasional.
Metapora mesin tersebut juga mengindikasikan sebagian besar masyarakat Eropa sepakat untuk mencari cara bagaimana menemukan bentuk artistik yang revolusioner bqgi pranata sosial baru yang akan datang.
Beberapa pergerakan yang kreatif pada tahun 20 an ikut andil dalam beberapa bentuk pandangan mesin dalam terminologi politik antara lain seperti paham De Stijl di Holland, Purism di Paris, Constructivism di Russia & Hongaria, expressionism & Utopianism di German, Dada & Surealism di New York, new Criticism & Poetry di england serta State Formalism di Czechoslovakia.

MENURUNNYA KEKUATAN TRADISI IDEALIST
pandangan arsitek yang cenderung apolitik seperti yang Mies (MR) lakukan ternayat membuat menurunnya kekuatan dari tradisi Idealist setelah periode Heroic. pada dasarnya, sosial Utopianism yang pada mulanya mendasari karya2 LC, WG dan CIAM mulai dipengaruhi oleh Modern Aesthetic seperti International Style yang mewabah diseluruh dunia pada dekade 50 an. Efek yang dihasilkan dapat diterima hampir semua pemerintahan serta para pengusaha multi nasional, serta yang lebih penting lagi saat itu adalah membuang idealisme sosial.
Hasil dari kesuksesan tersebut membuat modern arsitektur menjadi identik dengan birokrasi yang berpengaruh. Pada dekade 50 an, gaya dari International Style itu telah mencapai kulminasi pengembangan akhirnya, dengan pemakaian Curtain Wall. Lever Brother Building di Park Avenue, NY (1951) hasil karya Skidmore, Owings & Merril (SOM), Pepsi-Cola serta Seagram Building, karya Mies 7 tahun kemudian, adalah contoh hasil karya penganut International Style.
Dua pertanyaan sering muncul sehubungan dengan gaya International Style tersebut, yaitu apakah sampai sedemikian pentingnya Curtain Wall sebagai penghalang sinar matahari beserta bentuk polanya yang seperti jaring dikembangkan secara estetis untuk bentuk massa bangunan yang berat, seperti halnya MR yang telah memakai seluruh dayanya untuk mencari bentuk curtain Wall hanya bagi gedung2 kantor perusahaan yang memonopoli produk sabun, whiskey dan soda-pop? Kedua, apakah pemakaian yang berulang dari bentuk Curtain Wall cocok untuk menampilkan citra yang luas serta keragaman dari aktifitas yang terjadi dalam setiap bangunannya? Dengan berkembangnya Park Avenue menjadi satu wilayah yang menampilkan citra dari corporate america masa itu, gaya International Style menjadi stereotype dengan Beaucratic School of Architects yang turut memproduksi gaya tersebut (tapi asal tau aja, banunan apartment sekarang banyak juga memakai konsep International style dengan pemakaian Curtain Wall sebagai building envelope, gak percaya? lihat aja di S'pore dan Jakarta, building facade jadi clean 'n cute, Avant Garde lagi !)

Pada permulaan tahun 60, kontradiksi antara teknikal dan keindahan visual pada satu sisi, dan kedangkalan bentuk bangunan yang tidak dapat disanggah pada sisi lain sudah bertambah jelas dimana kekuatan citra Curtain Wall serta estetika2 yang mendukungnya melemah untuk kemudian diganti dengan mazhab pendekatan lainnya, yaitu New Brutalism, gaya yang muncul pada masa transisi dari CIAM ke Team ten dengan para arsiteknya seperti LK, AE dan JS. Apa yang embuat hasil karya penganut New Brutalism tersebut menjadi heterogen, yaitu dengan ddasari hasil penerapan prinsip yang ada dalam periode Heroic tanpa dipengaruhi oleh pemikiran sosial ataupun politik saat itu. Berlainan dengan LC yang mempercayai bahwa arsitek secara sosial dapat mentrasnformasikan masyarakat, sama halnya dengan ide yang harus merefleksikan beberapa prinsip2 yang diminta muncul secara murni. Selanjutnya paham new brutalism ini dikembangkan di The Meta physical School of Architecture dengan LK sebagai motornya yang menekankan tentang "The Quasi-mystical spirit" dari "bangunan itu ingin menjadi apa" telah menempatkan arsitek dalam skala Cosmic, sepeti; ruangan yang alamiah merefleksikan "keinginan" ruangan tersebut untuk menjadi sesuatu.

Hampir semua arsitek penganut paham Idealist saat itu memakai ide dimana setiap bentuk akan berkembang hampir secara alami tanpa elemen struktur utama, selanjutnya bentuk2 dasar tersebut yang menyiapkan kebutuhan tambahan bagi keseluruhan bangunan (?). Oleh karena itu, seperti penganut Purism yang object-type, arsitek dari Metaphysical School tersebut cenderung membuat karya seperti Dome, Tetrahedron, Arch atau elemen generik lainnya seperti mengikuti secara total dari ideal realm nya Plato. Contoh karya dari New Brutalism adalah St Andrew Residence (Scotland, UK, 1964) yang dibuat oleh JS yang berupa pengulangan unit kamar tidur serta mencerminkan pengurangan dari ekspresi esensi dan fungsional yang juga pencerminan dari JS sendiri. Tapi kembali lagi apa kaitannya semua itu dengan politik ? Yang pada satu sisi, adanya usaha untuk mempengaruhi kehidupan pada masyarakat yang memakai peran arsitek dengan cara tidak langsung.

Mara ISKANDAR, Arsitek, master of PM (RMIT-Melb)

Works Cited
1. Jencks, C (1985), Modern movement in architecture, penguin Books, Ltd, England
2. Tafuri, M &Dal Co, F (1976), Modern architecture / 1, Electa Editrico, Milano, Italy
3. Dan referensi2 lainnya (banyak, males nulisnya & rahasia I dong, hehe)

selamat datang didunia arsitektur, not technical, nor art, politics, socialist or humanist ?!

Wednesday, April 21, 2010

DOLCE VITA atau THE SUPERSENSUALISTS

RIGA city - LATVIA, Northeastern Europe - Art Nouveau city - LARAS magazine, August 1998

MAISON SAINT - Syr, BRUSSELS, 1903 - Wrought iron Glass window - arch. Gustave STRAUVEN - Art NOUVEAU style

BALZARINI House - Milan - Balcony Iron work railing - Art NOUVEAU style

DOOR DECORATED - Milan, 20 cntry - Art Nouveau floral style

CARSON PRICE SCOTT Department store - Chicago, 1904 - Structural Steel Skeleton - Art Nouveau style - arch. Louis SULLIVAN


MOULIN ROUGE - Paris, 1889 - The cabaret show - ART NOUVEAU era - Coloured sketch style - Unknown artist, Paris, 1985 (MI private collection)


ANTONIO GAUDI - Casa Mila - Barcelona, Spain, 1905 - NewsWeek magazine, March 25, 2002


Joseph MARIA JUJOL - CASAMILA - Barcelona, 1910 Spain - ART NOUVEAU Decorated style - Architetural Digest, Nov. 1993

Hans HOLLEIN - Schullin Jewelry Shop - Vienna, 1974 - Post Modern Architecture, 1985, London

PENGANTAR
Pembaca semua, tulisan dibawah ini adalah mengenai salah satu aliran seni yang merasuki para arsitek pada satu masa yang sangat mengagungkan penerapan dekoratif-ornamental pada penyelesaian disain bangunannya. Selamat membaca

Masa ini terjadi pada periode persilangan antara British POP & American CAMP*

....and this era of art movement really influenced Europe at that time....

PROLOG
Pada pertengahan tahun 60 an, sebagian tradisi Self-Consious* pada era pergerakan modern architecture masa itu telah jauh melakukan metamorphosa, dimana terjadi perubahan kaakter tapi dalam lingkup yang masih dapat diterima. Tradisi tersebut menyatu dengan sebagian tradisi Intuitive* dalam konteks area fashion dan formalism yang umum, serta menjadi salah satu jenis pergerakan yang tidak pernah ada sejak permulaan abad 20 dan pada zaman Art Nouveau

ART NOUVEAU style
Sekilas tentang Art Nouveau, paham tersebut diidolakan oleh para arsitek dan seniman pada sekitar tahun 1890 - 1910 di Eropa, yang menampilkan unsur ornamental secara kuat kedalam bentuk bangunan disamping citra kuat dari space , form dan structure bersamaan dengan metode structural honesty dan organic architecture yang dipakai pada saat itu. Art Nouveau lahir bersamaan dengan munculnya pertama kali pertunjukan tarian Cabaret yang gegap gempita penuh tata warna serta nuansa kemewahan diarena dansa bernama Moulin Rouge tahun 1889 di Paris. Bentuk2 ornamen yang dipakai pada zaman Art Nouveau tersebut kebanyakan diambil dari obyek2 alami seperti bentuk bunga kuncup dan mekar, sayap serangga serta bentuk natural lainnya. Salah satu arsitek terkenal penganut paham Art Nouveau pada saat itu adalah Antonio Gaudi dengan karyanya yang terkenal berupa apartemen di Barcelona-Spain tahun 1905 (majalah NewsWeek, March 25, 2002, hal. 6) yang sangat mengesankan organic architecture dalam kejujuran structure yang dibungkus dengan penampilan rumpun bunga yang mulai mekar secara expresionist (keliatannya?!). Material yang biasa dipakai untuk ornament bangunan pada saat itu adalah besi cor (cast iron) dan glass art warna-warni secara gila-gilaan.

Kemunduran paham Art Nouveau dimulai pada tahun 1910 sejak munculnya kebosanan pada gaya decorative bersifat ornamental yang mengakibatkan lahirnya aliran2 baru seperti paham Platonic, Purism atau International Style, juga aliran Art Deco yang cukup terkenal di Indonesia pada era arsitektur modern yang cukup panjang sejak tahun 20 an sebelum muncul The Supersensualists dipenghujung era pergerakan tersebut sekitar tahun 60 an.

Perkembangan THE SUPERSENSUALISTS
Kembali pada aliran The Supersensualists, mirip seperti pendahulunya, Art Nouveau, didasari oleh dua aspek yaitu ketidak sukaan terhadap kemandegan dari lingkungan industri yang monoton dan pada waktu yang bersamaan hidup ditengah kemajuan teknologi yang telah dicapai. Pada satu sisi, pencampuran warna tersebut menghasilkan penampilan yang canggih dari kesan lingkungan elit masyarakat urban (high-end society) seperti Night Club atau Candle Shop, Boutiques dan Exhibition area, seperti karya Hans Hollein di Vienna 1965 yang sarat dengan Polished Alluminum dan penanganan obyek2 yang bersifat Industrial-Product seperi Air-Cond yang tergantung (seperti menangani berlian dari Le must de Cartier?). Dapat dilihat bahwa The supersensualists sangat tidak terikat pada outlet dengan jenis yang canggih seperti dukungan Art Nouveau sebelumnya, contohnya toko berlian Tifany di New York (ya memang, karena LC Tiffany sebagai anak pembuat jewelry CL Tiffany adalah akhli dalam Glass Art Work seperti Stained Glass yang sangat menunjang karya Art Nouveau. Dan satu lagi, Tiffany bukanlah Cafe, jadi nggak bakalan bisa "Breakfast at Tiffany's" seperti film Hollywood dulu - dengan Audrey Hepburn wearing black gown dari Coco Chanel, yang ada si Audrey cuma makan Club Sandwich pagi2 sambil berdiri ngelamun mandangin tokko berllian Tifafny di NY ! Kessian)

Yang menjadi tujuan utama dari paham The Supersensualist (TS) adalah menghasilkan kesimpulan tata warna yang lengkap didalam bentuk yang lebih "fashionable glossies" seperti "domus" (bangunan rumah yang hanya terdiri dari bagian atrium & peristyle yaitu open space yang dikelilingi oleh sejumlah kolom, bentuk bangunan ini ada pada zaman Romawi dan Pompeii kuno) pada zamannya, Vogue atau Studio International. Sebagian pengamat mengatakan bahwa TS dapat dikatakan berada dipersilangan antara masa British POP & American CAMP*, the cool techno-sophistication dari yang terbaik dan sensual. Oleh karena itu bentuk arsitektural dan pergerakan sosial yang terjadi pada masa itu cukup banyak berbeda satu dengan yang lainny, seperti pada kultur kelompok Borghese di Milan-Italy yang telah berkembang (?), keajaiban ekonomi dan "Italian love" untuk saccharine (pemanis) menjadi "sweet new life" (luxury of life) atau Dolce Vita.

Merunut kembali ke Hans Hollein, dalam hal ini menyimpulkan perhatiannya terhadap aliran sensual yang super tersebut dengan pernyataan bahwa "keindahan sensual dari architectural adalah tanpa tujuan, apa yang dibangun akan menemukan bangunan tersebut sangat berguna", dan bentuk tidak akan mengikuti fungsi. saat itu lanjut Hollein, untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia pada saat dimana ilmu pengetahuan dan teknology yang tepat telah berkembang dengan sangat baik serta memberikan tujuannya, yaitu bangunan yang dibuat berdasarkan apa yang diinginkan dan membuat karya architecture tidak diartikan dengan teknik, tapi architecture mempergunakan teknik, yang "murni absolut arsitektur". Sedangkan absolut arsitektur yang murni tergantung dari, jika boleh di analogikan, seperti tempat boutiques yang nyaman menghanyutkan, majalah fashion dan pameran disain yang sering setiap tahun (naif juga ya?)

Asumsi politik terhadap usaha tersebut terlihat elitist, satu titik dimana Hollein berhadapan tanpa rasa ragu2, "arsitektur bukanlah pemuasan terhadap kebutuhan yang sedeng2 saja, bukanlah satu lingkungan bagi suatu kebahagiaan yang seadanya dari masyarakat umum, tapi arsitektur adalah permasalahan bagi kaum elite". Kemudian ada orang gila lain penganut paham absolute-architecture yang lebih extreem yaitu Walter Pichler, yang menyatakan bahwa seluruh mesin2 menjadi kelompok elit yang baru, seperti apa yang dinyatakan olehnya bahwa "architecture adalah satu bentuk perwujudan dari kekuatan dari keinginan dari beberapa orang yang tidak terpenuhi, yang gagal bagi siapa yang tidak dapat menerimanya secara apa adanya, sementara itu pengambil-alihan hak milik arsitektur dan manusia oleh mesin2 hanya dapat di tolerir dalam bidangnya" (??!!**^^##@)

PENUTUP
Jangan bingung baca tulisan diatas, karena begitulah professional arsitek, kalau otak kanan lebih dominan dalam kehidupannya, maka dia akan jadi "gila", melodramatic dan cenderung solitaires. Kalau otak kirinya yang dominan, maka dia akan jadi "pedagang" dalam industry property, dimana pemahaman arsitektur nya, disain adalah sebagai proses dari produk yang harus laku dijual, seperti yang dikatakan oleh Plat (2001); "The building as mean of production", ghitu dehh.

Mara, arsitek, master of pm (rmit-melb)

WORKS CITED
1. Foster, M (1982), Architecture; style, structure and design, Excalibur Books, NY
2. Jencks, C (1985), Modern movement in architecture, Penguin Books Ltd., England
3. Jencks (1980), late modern architecture, Academy Edition, London
4. Plat HT (2001), The economics of property management, Butterworth-Heinemann, London
5. Encyclopedia Britanica, CD-Rom 1997

CATATAN (*)
1. British POP & American CAMP merupakan bentuk aliran2 arsitektur yang berkembang di England dan Amerika Serikat pada periode tahun 60-70 an
2. Tradisi Self Consious termasuk dalam salah satu dari metode Six-Tradition yang diklasifikasikan berdasarkan struktur analisis ciptaan Claude Levi Strauss terhadap perkembangan modern architecture sejak 1920 - 1970