Dear visitor.............

I am happy to release this blog, containing simple articles about architecture & some of my JiPeg collection.
I wish you'll enjoy it.
The first is about the beginning of Gothic, Renaissance, Baroque & Rococo period in Europe early 11 century which influenced the way of modern architecture had risen later in 20 century, whereas Industrial Revolution & art movements like Art Nouveau & The Supersensualists were strongly coped Europe.
Nowadays, the relation between architecture & global business become more stronger, photographs on the right column shows the evident.
So that, my fellow visitors, with this Blog you could see the way I learn about architectural matter.
I can assure you that, NOT ANY sentence & even one JiPeg have taken from WebSite.
And I also would like to ask your commitment NOT TO COPY anything from this blog.

Wednesday, April 21, 2010

DOLCE VITA atau THE SUPERSENSUALISTS

RIGA city - LATVIA, Northeastern Europe - Art Nouveau city - LARAS magazine, August 1998

MAISON SAINT - Syr, BRUSSELS, 1903 - Wrought iron Glass window - arch. Gustave STRAUVEN - Art NOUVEAU style

BALZARINI House - Milan - Balcony Iron work railing - Art NOUVEAU style

DOOR DECORATED - Milan, 20 cntry - Art Nouveau floral style

CARSON PRICE SCOTT Department store - Chicago, 1904 - Structural Steel Skeleton - Art Nouveau style - arch. Louis SULLIVAN


MOULIN ROUGE - Paris, 1889 - The cabaret show - ART NOUVEAU era - Coloured sketch style - Unknown artist, Paris, 1985 (MI private collection)


ANTONIO GAUDI - Casa Mila - Barcelona, Spain, 1905 - NewsWeek magazine, March 25, 2002


Joseph MARIA JUJOL - CASAMILA - Barcelona, 1910 Spain - ART NOUVEAU Decorated style - Architetural Digest, Nov. 1993

Hans HOLLEIN - Schullin Jewelry Shop - Vienna, 1974 - Post Modern Architecture, 1985, London

PENGANTAR
Pembaca semua, tulisan dibawah ini adalah mengenai salah satu aliran seni yang merasuki para arsitek pada satu masa yang sangat mengagungkan penerapan dekoratif-ornamental pada penyelesaian disain bangunannya. Selamat membaca

Masa ini terjadi pada periode persilangan antara British POP & American CAMP*

....and this era of art movement really influenced Europe at that time....

PROLOG
Pada pertengahan tahun 60 an, sebagian tradisi Self-Consious* pada era pergerakan modern architecture masa itu telah jauh melakukan metamorphosa, dimana terjadi perubahan kaakter tapi dalam lingkup yang masih dapat diterima. Tradisi tersebut menyatu dengan sebagian tradisi Intuitive* dalam konteks area fashion dan formalism yang umum, serta menjadi salah satu jenis pergerakan yang tidak pernah ada sejak permulaan abad 20 dan pada zaman Art Nouveau

ART NOUVEAU style
Sekilas tentang Art Nouveau, paham tersebut diidolakan oleh para arsitek dan seniman pada sekitar tahun 1890 - 1910 di Eropa, yang menampilkan unsur ornamental secara kuat kedalam bentuk bangunan disamping citra kuat dari space , form dan structure bersamaan dengan metode structural honesty dan organic architecture yang dipakai pada saat itu. Art Nouveau lahir bersamaan dengan munculnya pertama kali pertunjukan tarian Cabaret yang gegap gempita penuh tata warna serta nuansa kemewahan diarena dansa bernama Moulin Rouge tahun 1889 di Paris. Bentuk2 ornamen yang dipakai pada zaman Art Nouveau tersebut kebanyakan diambil dari obyek2 alami seperti bentuk bunga kuncup dan mekar, sayap serangga serta bentuk natural lainnya. Salah satu arsitek terkenal penganut paham Art Nouveau pada saat itu adalah Antonio Gaudi dengan karyanya yang terkenal berupa apartemen di Barcelona-Spain tahun 1905 (majalah NewsWeek, March 25, 2002, hal. 6) yang sangat mengesankan organic architecture dalam kejujuran structure yang dibungkus dengan penampilan rumpun bunga yang mulai mekar secara expresionist (keliatannya?!). Material yang biasa dipakai untuk ornament bangunan pada saat itu adalah besi cor (cast iron) dan glass art warna-warni secara gila-gilaan.

Kemunduran paham Art Nouveau dimulai pada tahun 1910 sejak munculnya kebosanan pada gaya decorative bersifat ornamental yang mengakibatkan lahirnya aliran2 baru seperti paham Platonic, Purism atau International Style, juga aliran Art Deco yang cukup terkenal di Indonesia pada era arsitektur modern yang cukup panjang sejak tahun 20 an sebelum muncul The Supersensualists dipenghujung era pergerakan tersebut sekitar tahun 60 an.

Perkembangan THE SUPERSENSUALISTS
Kembali pada aliran The Supersensualists, mirip seperti pendahulunya, Art Nouveau, didasari oleh dua aspek yaitu ketidak sukaan terhadap kemandegan dari lingkungan industri yang monoton dan pada waktu yang bersamaan hidup ditengah kemajuan teknologi yang telah dicapai. Pada satu sisi, pencampuran warna tersebut menghasilkan penampilan yang canggih dari kesan lingkungan elit masyarakat urban (high-end society) seperti Night Club atau Candle Shop, Boutiques dan Exhibition area, seperti karya Hans Hollein di Vienna 1965 yang sarat dengan Polished Alluminum dan penanganan obyek2 yang bersifat Industrial-Product seperi Air-Cond yang tergantung (seperti menangani berlian dari Le must de Cartier?). Dapat dilihat bahwa The supersensualists sangat tidak terikat pada outlet dengan jenis yang canggih seperti dukungan Art Nouveau sebelumnya, contohnya toko berlian Tifany di New York (ya memang, karena LC Tiffany sebagai anak pembuat jewelry CL Tiffany adalah akhli dalam Glass Art Work seperti Stained Glass yang sangat menunjang karya Art Nouveau. Dan satu lagi, Tiffany bukanlah Cafe, jadi nggak bakalan bisa "Breakfast at Tiffany's" seperti film Hollywood dulu - dengan Audrey Hepburn wearing black gown dari Coco Chanel, yang ada si Audrey cuma makan Club Sandwich pagi2 sambil berdiri ngelamun mandangin tokko berllian Tifafny di NY ! Kessian)

Yang menjadi tujuan utama dari paham The Supersensualist (TS) adalah menghasilkan kesimpulan tata warna yang lengkap didalam bentuk yang lebih "fashionable glossies" seperti "domus" (bangunan rumah yang hanya terdiri dari bagian atrium & peristyle yaitu open space yang dikelilingi oleh sejumlah kolom, bentuk bangunan ini ada pada zaman Romawi dan Pompeii kuno) pada zamannya, Vogue atau Studio International. Sebagian pengamat mengatakan bahwa TS dapat dikatakan berada dipersilangan antara masa British POP & American CAMP*, the cool techno-sophistication dari yang terbaik dan sensual. Oleh karena itu bentuk arsitektural dan pergerakan sosial yang terjadi pada masa itu cukup banyak berbeda satu dengan yang lainny, seperti pada kultur kelompok Borghese di Milan-Italy yang telah berkembang (?), keajaiban ekonomi dan "Italian love" untuk saccharine (pemanis) menjadi "sweet new life" (luxury of life) atau Dolce Vita.

Merunut kembali ke Hans Hollein, dalam hal ini menyimpulkan perhatiannya terhadap aliran sensual yang super tersebut dengan pernyataan bahwa "keindahan sensual dari architectural adalah tanpa tujuan, apa yang dibangun akan menemukan bangunan tersebut sangat berguna", dan bentuk tidak akan mengikuti fungsi. saat itu lanjut Hollein, untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia pada saat dimana ilmu pengetahuan dan teknology yang tepat telah berkembang dengan sangat baik serta memberikan tujuannya, yaitu bangunan yang dibuat berdasarkan apa yang diinginkan dan membuat karya architecture tidak diartikan dengan teknik, tapi architecture mempergunakan teknik, yang "murni absolut arsitektur". Sedangkan absolut arsitektur yang murni tergantung dari, jika boleh di analogikan, seperti tempat boutiques yang nyaman menghanyutkan, majalah fashion dan pameran disain yang sering setiap tahun (naif juga ya?)

Asumsi politik terhadap usaha tersebut terlihat elitist, satu titik dimana Hollein berhadapan tanpa rasa ragu2, "arsitektur bukanlah pemuasan terhadap kebutuhan yang sedeng2 saja, bukanlah satu lingkungan bagi suatu kebahagiaan yang seadanya dari masyarakat umum, tapi arsitektur adalah permasalahan bagi kaum elite". Kemudian ada orang gila lain penganut paham absolute-architecture yang lebih extreem yaitu Walter Pichler, yang menyatakan bahwa seluruh mesin2 menjadi kelompok elit yang baru, seperti apa yang dinyatakan olehnya bahwa "architecture adalah satu bentuk perwujudan dari kekuatan dari keinginan dari beberapa orang yang tidak terpenuhi, yang gagal bagi siapa yang tidak dapat menerimanya secara apa adanya, sementara itu pengambil-alihan hak milik arsitektur dan manusia oleh mesin2 hanya dapat di tolerir dalam bidangnya" (??!!**^^##@)

PENUTUP
Jangan bingung baca tulisan diatas, karena begitulah professional arsitek, kalau otak kanan lebih dominan dalam kehidupannya, maka dia akan jadi "gila", melodramatic dan cenderung solitaires. Kalau otak kirinya yang dominan, maka dia akan jadi "pedagang" dalam industry property, dimana pemahaman arsitektur nya, disain adalah sebagai proses dari produk yang harus laku dijual, seperti yang dikatakan oleh Plat (2001); "The building as mean of production", ghitu dehh.

Mara, arsitek, master of pm (rmit-melb)

WORKS CITED
1. Foster, M (1982), Architecture; style, structure and design, Excalibur Books, NY
2. Jencks, C (1985), Modern movement in architecture, Penguin Books Ltd., England
3. Jencks (1980), late modern architecture, Academy Edition, London
4. Plat HT (2001), The economics of property management, Butterworth-Heinemann, London
5. Encyclopedia Britanica, CD-Rom 1997

CATATAN (*)
1. British POP & American CAMP merupakan bentuk aliran2 arsitektur yang berkembang di England dan Amerika Serikat pada periode tahun 60-70 an
2. Tradisi Self Consious termasuk dalam salah satu dari metode Six-Tradition yang diklasifikasikan berdasarkan struktur analisis ciptaan Claude Levi Strauss terhadap perkembangan modern architecture sejak 1920 - 1970

No comments:

Post a Comment